Latar Belakang Program Kerja Nickel

Wilayah Indonesia kaya akan sumberdaya mineral, baik logam maupun non logam, yang tersebar di  seluruh nusantara, namun sumberdaya mineral tersebut belum dapat diberdayakan dan dipergunakan secara maksimal karena keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia untuk dapat membangun fasilitas pengolahan serta melakukan transformasi bahan mineral mentah menjadi produk yang mempunyai nilai jual tinggi, disamping faktor pembiayaan yang sangat besar. Dengan adanya keterbatasan tersebut, maka usaha eksplorasi dan penambangan sumberdaya mineral di beberapa wilayah Indonesia saat ini mayoritas dilakukan atau dibiayai oleh para investor asing dan selanjutnya diekspor berupa bahan mentah tanpa proses pemurnian terlebih dahulu. Bila kondisi ini dibiarkan berlangsung lama, dapat berimplikasi pada kemampuan negara untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri yang sangat berpengaruh pada aspek kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Oleh karena itu pemerintah memberlakukan UU Nomor 4 Tahun 2009 sejak Januari 2014, tentang larangan ekspor bahan mentah dan kewajiban mengolah di dalam negeri bagi pemegang wiup tambang mineral serta memperketat kewajiban industri untuk menggunakan komponen bahan baku lokal (30%) dalam memenuhi kebutuhan bahan bakunya.   

Dalam RPJMN Bab 10 Bidang Pengelolan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup, disebutkan bahwa salah satu sasaran dalam Peningkatan Nilai Tambah Industri Mineral Dan Pertambangan Berkelanjutan dalam kurun waktu 2015-2019 adalah meningkatnya nilai tambah komoditas mineral dan pertambangan di dalam negeri.

Dalam prioritas pembangunan nasional tahun 2018 salah satunya adalah Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata, dengan program prioritas pada Perbaikan Iklim Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja dan kegiatan prioritas pada Peningkatan Populasi dan Daya Saing Industri.

Salah satu tufoksi PTPSM adalah melaksakan pengkajian dan penerapan teknologi dibidang pengolahan dan pemurnian mineral. Untuk merealisasikan tufoksi tersebut  PTPSM-BPPT ikut berperan dan berkontribusi dalam mengimplementasikan UU Nomor 4 Tahun 2009, RPJMN 2015-2019 dan prioritas pembangunan Nasional,  melalui kegiatan Inovasi Teknologi Pengolahan dan Pemurnian Mineral Nikel.