Sekilas Tentang Kami

Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral

Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral (PTPSM) adalah salah satu unit kerja dari Kedeputian bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) yang merupakan unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral (PTPSM) BPPT dalam melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi di bidang sumberdaya mineral melakukan positioning, penajaman dan penyelarasan program kegiatan dengan program program berskala nasional yang bertujuan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang sumberdaya mineral secara nasional yang dilaksanakan oleh berbagai institusi. Positioning dan penyelarasan terfokus pada Implementasi RPJMN 2015-2019 dalam Bab 10. Bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup; 10.1.8 Peningkatan Nilai Tambah Industri Mineral dan Pertambangan Berkelanjutan. Undang-Undang No. 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional mengamanatkan ekspor bahan mentah dapat dikurangi kemudian digantikan dengan ekspor produk yang bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global. Upaya pengurangan ekspor bahan mentah dilakukan melalui kewajiban pengolahan dan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri sesuai UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Potensi dan permasalahan di lingkungan Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral dilakukan dengan melakukan identifikasi dan analisis berupa analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman (Kekepan) serta dilengkapi dengan kondisi lingkungan berpengaruh tingkat Nasional dan Internasional.

Dalam bidang teknologi mineral, PTPSM telah mengembangkan berbagai inovasi dan layanan teknologi sebagai berikut:

  • Inovasi peralatan penunjang eksplorasi : multicore cable, programable switch box multicontrol dan cascading geoscanner, yang telah diaplikasikan untuk memberikan layanan teknologi dalam evaluasi sumberdaya mineral, survey hidrogeologi dan karakterisasi dampak kegiatan pertambangan.

  • Pengembangan metoda benefisiasi bijih besi sehingga dapat meningkatkan kadar bijih besi lokal untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri besi baja.

  • Pengembanagan tekno ekonomi mineral yang sudah diaplikasikan untuk evaluasi kelayakan industri pertambangan mineral.

  • Inovasi teknologi untuk mengurangi dampak kegiatan penambangan tercermin dalam pengembangan prototipe lamela gravity settler (LGS) yang sudah diaplikasikan sebagai pilot project untuk penanganan Cr6+ dan total suspended solid (TSS) yang melebihi baku mutu pada dampak pertambangan nkel, teknologi penanganan air asam tambang, bioremediasi limbah hidrokarbon, pengembangan metode untuk prediksi lingkungan sebelum kegiatan penambangan dimulai, dll.

BPPT melalui PTPSM berkontribusi didalam pengembangan IPTEK dengan prioritas bidang peningkatan pengelolaan sumberdaya mineral dan pertambangan dengan arah kebijakan untuk fokus sasaran kegiatan sebagai berikut :

  1. Melakukan Inovasi Teknologi Pengolahan dan Pemurnian Mineral Nikel
    • Karakterisasi mineral , menentukan dalam pemilihan teknologi proses yang akan digunakan, tahap proses, penghitungan neraca energi dan material  dan lainnya

    • Efisiensi energi - khususnya pada proses preparasi mineral (kominusi) dan pada proses pirometalurgi (sintering, reduksi dan peleburan)

    • Desain proses, ditentukan berdasarkan karakteristik bahan baku yang akan diolah. Penentuan proses desain ini akan dimulai dari serangkaain testwork dalam skala laboratoriu,, bench scale dan juga tahap pilot plant. Desain akhir dari skala pilot plant ini akan menjadi acuan dalam pembuatan desain proses untuk skala komersial

    • Simulasi dan modeling,  optimasi dan efisiensi proses. Simulasi ini tidak hanya terkait dengan masalah teknis proses, tapi juga dalam perhitungan keekonomiannya

    • Fine particle,  karakteristik partikel halus ini berkaitan secara langsung dengan karakteristik mineral seperti berat jenis, sifat kimia fisika permukaan, kekerasan, sifat listrik, temperatur leleh dan lain sebagainya. Kajian-kajian ini antara lain aglomerasi (peletasi, briket, sintering), reduksi dan peleburan dan penangan emisi debu selama proses pengolahannya

    • Kinetika reaksi, untuk memahami mekanisme dan laju pada proses reaksi pada temperatur rendah dan tinggi baik reaksi heterogem maupun pada reaksi homogen. Pemahaman mekanisme ini akan membantu dalam menentukan proses untuk mempercepat reaksi yang diharapkan

    • Tekno-ekonomi dan rantai pasok mineral nikel, dalam kegiatan ini dilakukan analisis tekno-ekonomi untuk dibangun menjadi skala industri serta membuat sistem rantai pasok mineral sebagai tools untuk melakukan analisis jangka panjang dalam pengembangan mineral nikel maupun mineral lainnya kedepan

  2. Melakukan Inovasi Teknologi Pengolahan Emas Bebas Merkuri dan Pengelolaan Dampaknya pada Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK)